Software Accounting

Software accounting, apakah yang terlintas dalam benak anda ketika mendengar istilah ini, 2 hal yang mungkin terlintas pertama membantu pekerjaan atau sebaliknya akan memperlambat user karena kesulitan menggunakannya dibandingkan yang selama ini dilakukan dengan manual atau tidak cocok dengan penggunanya.

Program akunting pada umumnya hanyalah tools sebagai alat bantu untuk mempermudah pengguna melakukan pekerjaan pembukuan dan sebuah investasi yang layak dipertimbangkan untuk kedepannya. Mengapa dapat dikatakan sebagai tools atau alat, karena software yang lazim sekarang digunakan adalah sebagai alat input dan juga alat output, dari siklus Input – Proses – Output, software lah yang berperan untuk memprosesnya sehingga menjadikan  laporan.

Prinsip dasar dan proses akuntansi adalah pencatatan, pengikhtisaran, pelaporan dan penganalisaan yang sejatinya adalah pengolahan informasi dari transaksi menjadi laporan yang akan digunaan oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Bayangkan bila proses tersebut dilakukan secara manual, sangat menyita waktu dan membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi. Software accounting akan mempermudah itu semua, menghemat waktu dan aktual serta meminimalisir tingkat kesalahan.

Siklus Akutansi

Adapun hal – hal yang jadi pertimbangan  dalam memilih software akuntansi adalah sebagai berikut :
1. Identifikasi kebutuhan kita, seberapa jauhkan kebutuhan kita apakah hanya terbatas pada pencatatan saja atau harus terintegrasi sampai pada laporan terperinci. Tetapi apabila perusahaan masih dalam rancangan penyusunan system maka disarankan untuk menggunakan jasa tailor made.

2. Memperhatikan fiturnya, cocokkan kebutuhan kita dengan fitur yang ditawarkan, selain dari kemudahan penggunaan juga perlu diperhatikan cocok tidaknya dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.


3. Perkembangan softwarenya, program yang baik tentunya juga harus lentur dalam mengikuti perkembangan teknologi perangkat lunak hingga perangkat keras. Kemungkinan berkembangnya usaha yang dibangun akan derdampak pada berkembangnya seluruh aspek pendukung termasuk software akuntansinya. Jangan sampai kita harus berganti software di tengah jalan.


4. After sales service policy, kita akan menggunakan produk tersebut dalam waktu yang lama sehingga after sales service policy haruslah yang disupport dengan baik. Untuk tailor made biasanya turnover programnya cukup tinggi, sehingga membutuhkan penyesuaian yang lama dari program yang baru. Perhatikan apakah kita mampu mengatasi masalah yang mungkin terjadi dalam panduan problem software guidance yang diberikan produsen.


5. Budget dan referensi, tentukan budget dari awal, walaupun budget bukanlah yangg utama, karena membeli software merupakan investasi. Referensi siapa saja yang telah menggunakan, software yang mudah digunakan atau cocok dengan dunia usaha adalah program yang sudah dipakai oleh banyak perusahaan. Tentunya pengamalan perusahaan lain yang menggunakan software tersebut membuat kita merasa yakin bahwasannya kita pun dapat menggunakan software yang sama.


^